10 Cara Merawat Bayi Kucing Bagi Pemula

Merawat kucing sudah menjadi bukan hal yang umum lagi bagi masyarakat Indonesia. Namun merawat kucing dari semenjak bayi tentunya menjadi hal yang jarang dilakukan. Bagi yang ingin merawat kucing dari semenjak bayi tentunya ada cara-caranya tersendiri. Adapun cara merawat bayi kucing yang bisa dilakukan sendiri di rumah dan sangat mudah sekali antara lain sebagai berikut.

1. Pastikan Kandang Tetap Dalam Suhu Yang Hangat

cara merawat bayi kucing yang pertama adalah pastikan kandang bayi kucing dalam keadaan suhu yang hangat. Kandang kucing dalam keadaan suhu yang hangat sangat diperlukan sekali bagi bayi kucing yang baru lahir. Hal tersebut dikarenakan bayi kucing sendiri sangat rentan serta tidak tahan terhadap udara yang terlalu dingin maupun terlalu panas. Maka dari itu, mengatur suhu kandang bayi kucing sendiri haruslah diperhatikan.

Bahkan apabila diperlukan, pasanglah bohlam pijar di dalam kandang bayi kucing itu sendiri agar kandang benar-benar dalam suhu yang hangat. Sedangkan apabila musim hujan, pindahkan kandang kucing ke tempat yang benar-benar mempunyai suhu ruangan yang hangat. Hal tersebut bertujuan agar suhu kucing sendiri senantiasa terjaga dan tetap stabil.

2. Jangan Pisahkan Antara Anak Dan Induk Kucing

Seperti halnya manusia, bayi kucing yang baru lahir pun usahakan jangan dipisahkan dengan induknya. Hal tersebut dikarenakan bayi kucing sendiri masih sangat bergantung kepada induknya, maka dari itu biarkanlah anak kucing senantiasa bersama induknya. Selain itu agar induknya sendiri bisa menyusui, membersihkan, serta memberi rasa hangat kepada bayi kucing itu sendiri.

Tempatkan bayi kucing bersama induknya dalam satu kandang yang sama. Usahakan kandang kucing sendiri dibuat dengan ukuran yang besar. Agar induk kucing bisa leluasa bergerak saat menjaga, menyusui, membersihkan, serta memberi rasa hangat pada bayinya sendiri.

3. Pastikan Kucing Disusui Oleh Induk

Sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas, pastikan bahwa bayi kucing disusui oleh induknya. Sebagaimana layaknya manusia, bayi kucing pun membutuhkan asupan susu dari induknya yang sangat kaya akan berbagai macam kandungan gizi di dalamnya. Kandungan protein, antibodi, vitamin A dan vitamin D yang terdapat di dalam air susu induk kucing yang baru lahir tersebut sangat dibutuhkan sekali oleh bayi kucing agar ia mempunyai imun tubuh yang kebal.

Maka dari itu, pastikan bayi kucing meminum susu dari induknya. Namun apabila merawat bayi kucing tanpa induk, maka usahakan untuk memberikan susu tawar kepada bayi kucing. Hal tersebut dikarenakan bayi kucing sendiri lebih akan mudah mencerna susu yang mempunyai rasa tawar dibanding dengan yang mempunyai rasa seperti manis.

4. Timbang Bayi Kucing Selama Dua Bulan Pertama Setiap Harinya

Selain ke tiga cara di atas, cara merawat bayi kucing yang selanjutnya adalah menimbang bayi kucing selama dua bulan pertama setiap harinya. Penimbangan pada bayi kucing ini sendiri dilakukan untuk mewaspadai terjadinya peningkatan atau penurunan berat badan dari bayi kucing. Bayi kucing yang normal akan mengalami penambahan berat badan seberat 10 gram per harinya.

Lebih dari 10 gram kenaikan berat badan pada bayi kucing, maka bisa dikatakan bayi kucing mengalami berat badan yang berlebih dari semestinya. Dan jika kurang dari itu, maka bisa dikatakan bayi kucing mengalami kekurangan berat badan. Jika bayi kucing mengalami kekurangan berat badan, maka lihatlah apakah proses pemberian susu normal atau tidak. Jika pemberian proses susu normal namun bayi masih tetap kurus, maka berilah asupan nutrisi tambahan agar bayi kucing nafsu makan dan berat badannya pun bisa tumbuh secara normal.

5. Bersihkan Mata Kucing Secara Rutin

Membersihkan mata kucing secara rutin merupakan salah satu perawatan yang mesti diperhatikan agar mata dari bayi kucing sendiri senantiasa bersih. Saat mata bayi kucing sudah terbuka atau saat menginjak usia 2 minggu, maka bersihkanlah mata kucing secara rutin. Membersihkan mata kucing sendiri sangat mudah sekali yakni cukup menggunakan lap lembut yang sebelumnya dicelupkan pada air yang hangat atau air otsu.

6. Beri Stimulasi Pada Anak Kucing Agar Bisa BAB

Sebagaimana manusia, pada umumnya bayi kucing akan dirawat oleh induk mereka terlebih perawatan organ anus dan mulut. Dalam perawatan anus, biasanya induk kucing akan menjilat perut bayi kucing yang bertujuan untuk memberikan stimulus agar bayi kucing bisa BAB. Sedangkan untuk perawatan mulut bayi kucing sendiri, sang induk langsung menjilat mulutnya agar senantiasa dalam kondisi bersih.

Apabila merawat bayi kucing tanpa indukan, maka menstimulus agar bayi kucing bisa BAB dilakukan dengan cara menggosokkan kapas atau tisu yang sebelumnya sudah dicelupkan pada air panas. Hal tersebut mempunyai fungsi yang sama saat induk kucing menstimulus menggunakan jilatannya pada bayi kucing. Saat anak kucing BAB berhati-hatilah saat membersihkan kotorannya agar anus dari bayi kucing sendiri tidak terluka.

7. Latih Bayi Kucing Agar Bisa Bergerak

Setelah mata Bayi kucing terbuka, biasanya bayi kucing sendiri akan senang berjalan kesana dan kemari. Jika usia dari bayi kucing sudah memasuki usia 3 minggu, maka bayi kucing pun bisa dilatih untuk perkembangan otot serta syarafnya. Untuk perkembangan otot serta syaraf pada bayi kucing sendiri bisa dilatih dengan cara memberikan mainan bola atau tali-talian agar bayi kucing bisa lebih atraktif. Selain itu berilah elusan serta kasih sayang lebih agar kucing lebih nyaman.

8. Pastikan Kandang Senantiasa Bersih

Cara merawat bayi kucing yang selanjutnya adalah memastikan kandang bayi kucing senantiasa bersih. Pemberian sensipads, perlak, atau underpads sebagai alas kandang bayi kucing pun menjadi rekomendasi agar kandang senantiasa bersih. Karena pemberian sensipads, perlak, atau underpads sendiri berguna agar bayi kucing senantiasa kering apabila ia buang air kecil. Karena bayi kucing sendiri belum bisa buang air kecil di media pasir layaknya kucing dewasa.

9. Berikan Makanan Tambahan Dengan Porsi Yang Tidak Terlalu Banyak

Saat usia bayi kucing sudah menginjak 4 minggu tentunya bayi kucing sudah semakin besar dan semakin aktif. Maka dari itu berikan bayi kucing makanan tambahan dengan porsi yang tidak terlalu banyak. Hal tersebut agar pertumbuhan kucing bisa semakin cepat dan sehat. Makanan tambahan bayi kucing sendiri sangat mudah ditemukan di petshop atau di toko makanan khusus untuk hewan.

10. Berikan Kasih Sayang Dan Perhatian Pada Bayi Kucing

Cara merawat bayi kucing yang terakhir adalah memberikan kasih sayang dan perhatian pada bayi kucing. Pemberian kasih sayang dan perhatian pada kucing sendiri bisa dilakukan dengan memberikan belaian secara rutin serta biarkan anak kucing menyusup ke dalam tubuhmu. Hal demikian dipercaya mampu menambah kesetiaan bayi kucing pada pemiliknya. Maka dari itu berilah kasih sayang dan perhatian lebih pada bayi kucing agar ia menjadi hewan peliharaan yang setia.

Itulah cara merawat bayi kucing yang sangat mudah dan bisa dilakukan oleh sendiri. Merawat hewan peliharaan terlebih kucing dari semenjak bayi sampai dewasa tentunya ada kepuasan tersendiri. Dengan melakukan cara-cara di atas oleh sendiri tanpa bantuan orang lain tentunya akan semakin menambah kepuasan tersendiri dalam merawat bayi kucing. Maka dari itu, usahakan lah merawatnya secara sendiri tanpa bantuan dari orang lain.

Categories Kucing

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.