Efek Samping Obat Metabolis Untuk Burung Serta Cara Penanganannya

Pada beberapa kasus ada pemilik burung yang memberikan obat metabolis untuk burung terlalu berlebihan tanpa mengetahui efeknya. Memang obat metabolis ini dibuat oleh seorang dokter dan mungkin diklaim aman. Tapi selayaknya bahan kimia pada umumnya tentu akan ada efek samping obat metabolis untuk burung ini. Biasanya efek samping itu bersifat negatif.

Efek Samping Obat Metabolis Untuk Burung yang Bisa Berakibat Fatal

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa akan ada efek samping obat metabolis untuk burung dan hampir semuanya buruk. Penggunaan berlebihan, serta dengan intensitas waktu yang terlalu sering membuat efek samping terus bertambah. Untuk melihat apa saja efek samping dari obat untuk burung ini, bisa simak penjelasan di bawah ini.

1. Ketergantungan

Obat metabolis ini memiliki sifat layaknya suplemen pada manusia. Memang bisa menguatkan dan memberikan efek yang bagus jika pemberiannya pada dosis yang tepat. Tapi jika terlalu berlebihan, maka justru akan membuat burung menjadi ketergantungan. Pada tahap seperti ini, burung akan merasa tidak bersemangat apabila sehari saja tidak diberikan obat tersebut.

2. Burung Jadi Malas Untuk Berbunyi

Ini adalah efek lanjutan dari ketergantungan obat tersebut. Kondisi ini akan terjadi apabila pemilik telat sehari, atau bahkan jam saja dalam memberikan obat metabolis. Akibatnya burung akan malas untuk berbunyi. Apalagi memang sedari awal burung ini berkicau bukan karena dilatih melainkan karena obat. Sehingga jika pemberian obat dihentikan justru burung akan kehilangan kicaunya.

3. Macet Suara Atau Bunyi

Karena terlalu malas untuk berkicau akibat tidak diberikan obat, tentu dapat menyebabkan burung benar-benar kehilangan suaranya. Hal ini terjadi jika burung terlalu lama diam, padahal seperti yang diketahui burung seharusnya berkicau. Apabila kondisi mogok suara itu dibiarkan, maka akan menyebabkan burung terbiasa untuk diam. Akibatnya burung tidak gacor lagi.

4. Suara Burung Menjadi Serak

Efek selanjutnya adalah karena obat metabolis ini bersifat stimulan, sehingga pada awalnya burung tentu menunjukkan semangat berkicaunya. Hal ini tentu membuat pemilik senang dan menambah dosisnya. Akibatnya burung semakin sering berkicau, yang sayangnya justru dapat berakibat pada suara burung. Terlalu lama berkicau justru bisa membuat suara burung menjadi serak.

5. Tidak Memiliki Nafsu Makan

Kasus seperti ini biasanya terjadi pada tingkatan yang sudah parah dimana burung akan mengalami overdosis ringan pada awalnya. Kondisi seperti itu akan membuat burung lemas, dan membuatnya tidak mau makan. Apabila kondisi seperti ini dibiarkan terlalu lama burung benar-benar akan kehilangan nafsu makannya. Sehingga kondisinya justru akan semakin lemas.

6. Lemas dan Lesu

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa obat ini seperti suplemen yang memancing semangat burung. Tapi karena bersifat kimiawi, maka suplemen seperti ini biasanya mengakibatkan ketergantungan. Jadi apabila pemberian diberhentikan burung akan merasa lemas dan seperti tidak bertenaga. Hal ini disebabkan karena otak memberi signal bahwa tubuh akan lemas jika tidak meminum obatnya.

7. Fisik Burung Menjadi Tidak Sehat

Karena pemilik tidak tega melihat kondisi burungnya yang tidak bersemangat, maka pemberian suplemen pun dilanjutkan. Dengan harapan membuat kondisi burung membaik. Kenyataan yang terjadi justru sebaliknya tubuh burung akan menggembung layaknya obesitas, namun terlihat pucat. Belum lagi kelincahannya juga akan berkurang karena pemberian obat dengan dosis berlebihan.

8. Bulu Burung Akan Menjadi Kusam

Selain berakibat pada tubuhnya, hal seperti ini juga bisa menyebabkan bulu burung menjadi kusam. Tidak hanya kusam, bulunya akan terlihat berminyak dan kering disaat yang bersamaan. Belum lagi pada bagian paruh akan benar-benar terlihat botak. Bahkan akan ada lapisan seperti lilin atau minyak dibagian paruh si burung. Biasanya terletak di ujungnya.

9. Overdosis

Selanjutnya efek samping obat metabolis untuk burung ini akan membuat burung menjadi overdosis. Ditandai dengan gejala layaknya manusia yakni muntah-muntah serta sangat lemas dan tidak bertenaga. Fisik burung akan menggembung, terutama dibagian perutnya. Apabila perut tersebut diraba akan terasa keras seperti gejala kembung. Lalu burung akan mengalami diare.

10. Kematian

Terakhir dan merupakan efek paling parah yakni kematian. Dimana efek ini akan terjadi akibat akumulasi dari beberapa efek sebelumnya. Jadi jika benar-benar sudah parah, maka burung bisa mati. Hal ini umum terjadi seperti layaknya efek samping obat kimia pada manusia. Burung pun juga bisa keracunan, ataupun overdosis obat seperti layaknya manusia jika sedari awal sudah salah penanganan.

Cara Mengobati Efek Samping Obat Metabolis Untuk Burung

Setelah membahas efek samping obatnya di atas kini saatnya mengetahui bagaimana cara mengatasi beberapa efek samping yang ada di atas, kecuali kematian. Cara-cara ini dapat dilakukan selain untuk mengobati burung juga bisa menghentikan pemberian obat terhadap burung. Sehingga perlahan akan menghindari kecanduan burung terhadap obat.

Cara mengobati burung yang pertama adalah memberikan makanan dengan campuran voer dosis tinggi yakni 220 volt murni. Hal ini berfungsi untuk mengembalikan sistem metabolisme tubuh burung. Untuk minumannya campur dengan infus glukosa dengan kadar 5%. Apabila sudah habis terus isi, dan jangan biarkan minumnya habis ataupun kosong.

Ada baiknya untuk menghindari memberikan pakan berubah buah apapun saat proses penyembuhan. Jangan pernah lupa untuk tetap menjemur burung pada pagi hari. Pada saat terapi ini jangan memaksa burung untuk madi terutama di sore hari. Karena akan memperparah kondisinya. Diamkan saja dulu dan biarkan kondisi burung sampai membaik dengan sendirinya.

Terapi ini biasanya membutuhkan waktu 7 sampai dengan 14 hari. Pada masa-masa itu kondisi burung sudah mulai membaik, tapi jangan berhenti memberikan voer dan infus glukosanya. Terus dilakukan sampai burung terlihat lebih sehat dan mulai lincah lagi, barulah air minumnya bisa diganti. Ganti air minum burung dengan larutan racikan vitamin atau madu.

Biasanya terapi ini memakan waktu kurang lebih 21 hari atau 3 minggu. Waktu tersebut dihitung dari awal terapi, jadi bisa dibilang sangat singkat. Setelah terapi ini maka kondisi burung berangsur-angsur pulih dan sudah mulai mau lagi untuk berkicau. Jadi saat melakukan terapi ini pemilik harus sabar dan telaten dalam merawat burungnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan Untuk Menghindari Efek Samping Obat

Sebenarnya memberikan obat kepada burung tidaklah masalah tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan demi menghindari efek sampingnya. Seperti pada pemberian obat metabolis ini ada baiknya untuk memberikan dosis sesuai dengan anjuran pemakaian, jangan berlebihan. Bahkan ada baiknya sebelum memberikan obat, pemilik berkonsultasi dulu dengan dokter hewan.

Dengan berkonsultasi dengan dokter hewan pemilik akan mengetahui kondisi burung sebenarnya. Karena tidak semua daya tahan tubuh serta kesehatan burung itu sama. Selain itu ada baiknya untuk memberikan vitamin alami dalam bentuk buah-buahan ataupun madu. Hal ini dianggap lebih aman karena bisa menghindari efek samping obat metabolis untuk burung yang berbahaya.

Ternyata bila melihat pembahasan efek samping obat metabolis untuk burung di atas hampir semuanya bersifat fatal. Bahkan ada kondisi tertentu dimana obat ini bisa menyebabkan kematian. Karenanya ada baiknya pemilik burung bijak saat hendak memberikan obat metabolis ini.

Categories Burung

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.