Tips Budidaya Ulat Jerman Untuk Pemula

179 View

TIPS BUDIDAYA ULAT JERMAN UNTUK PEMULA – Ulat Jerman yang dikenal dengan nama superworm ini cukup banyak peminatnya. Jenis ulat yang satu ini banyak dimanfaatkan untuk pakan burung. Hal inilah yang menunjang banyak orang untuk melakukan budidaya terhadap jenis ulat tersebut.

Terdapat beberapa tips budidaya Ulat Jerman untuk pemula agar bisa dilakukan dengan sukses. Di antara tips-tips berikut bisa dicoba ketika memutuskan untuk memilih bisnis budidaya Ulat Jerman.

Kandungan gizi yang terkandung di dalam Ulat Jerman sangatlah bagus untuk memenuhi asupan nutrisi yang dibutuhkan hewan peliharaan seperti burung. Hal ini tentunya menjadi salah satu pendorong untuk melakukan bisnis dalam bidang budidaya Ulat Jerman.

Benarkah Budidaya Ulat Jerman Menguntungkan?

cara budidaya ulat jerman agar menguntungkan
ulatjerman.id

Ulat Jerman begitu terkenal di kalangan pecinta burung. Ulat ini dipercaya memberikan sejumlah khasiat sehingga burung dapat memiliki performa terbaik. Contohnya, burung jalak suren bisa semakin gacor apabila rajin mengkonsumsi ulat Jerman. Selain itu, ulat Jerman pun tidak bersifat panas sehingga tidak menyebabkan mabung.

Manfaat lainnya bisa dilihat pada burung murai. Burung murai yang sering diberi makan ulat Jerman lebih tahan terhadap serangan jamur dan penyakit sebab kandungan gizi ulat Jerman yang tinggi, yaitu 19% protein, 14% lemak, 173 ppm kalsium, serta 2,6% serat kasar.

Adapun burung-burung yang akan mengikuti perlombaan salah satu persiapannya adalah mengonsumsi ulat Jerman. Suara burung-burung tersebut akan lebih nyaring dan staminanya lebih kuat.

Melihat banyaknya manfaat dari ulat Jerman, maka larva satu ini dijadikan lahan bisnis bagi sebagian orang. Keuntungan yang didapat tidak main-main, omzetnya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Kalau mau dihitung, harga per satu kilogram ulat Jerman sekitar Rp35.000 sampai dengan Rp50.000 tergantung ukurannya. Masa panennya dua minggu sekali dan bisa menghasilkan 50 kg. Dari situ bisa diperkirakan berapa hasil penjualan yang didapat.

Selain mendapatkan keuntungan yang besar setiap bulannya, merawat ulat Jerman pun tidak menyita waktu. Pada bahasan selanjutnya terdapat tips budidaya ulat Jerman untuk pemula yang mudah untuk diikuti.

Satu lagi, pemasaran ulat Jerman tergolong mudah karena terjangkau oleh berbagai kalangan. Tak jarang pembeli ulat Jerman justru menjualnya lagi untuk kebutuhan lainnya.

Ada manfaat lain yang dari ulat Jerman yang menjadi peluang bisnis baru sebab larva ini sudah mulai banyak diekspor ke berbagai negara, seperti Jepang, Eropa, dan Amerika.

BACA JUGA:  Cara Budidaya Walet dengan Modal Kecil

Peluang pasar ekspor masih terbuka lebar, yakni 90% dari jenis larva ini. Sedangkan untuk komoditas yang berhubungan dengan peternakan, Kementerian Pertanian menargetkan pertumbuhan ekspor 300% di tahun 2024, yaitu sebesar Rp40,3 triliun ke 100 negara berbeda.

Artinya, kesempatan untuk mengembangkan budidaya ulat Jerman masih sangat terbuka luas.

Tips Budidaya Ulat Jerman Untuk Pemula

1. Menyediakan Tempat untuk Ulat Jerman

Menyediakan Tempat untuk Budidaya Ulat Jerman
nny360.com

Pertama, tips budidaya Ulat Jerman untuk pemula yakni menyediakan tempat untuk dijadikan tempat tinggal Ulat Jerman. Tempat yang dijadikan untuk budidaya Ulat Jerman biasanya berupa kotak dengan ukuran tertentu. Dibuat sedemikian rupa untuk dijadikan sebagai tempat Ulat Jerman bertelur maupun berkembang biak.

Kotak budidaya Ulat Jerman biasanya dibuat dengan ukuran seluas 240 cm2. Dengan ukuran kotak tersebut biasanya mampu menampung kurang-lebih sekitar 250 Ulat Jerman.

Tempat yang disediakan untuk budidaya Ulat Jerman hendaknya dibuat senyaman mungkin, tidak terlalu padat dan juga bebas dari gangguan hewan lain. Untuk mencegahnya bisa dilakukan proses penutupan dengan kasa plastik pada kotak yang telah tersedia.

2. Menyediakan Kotak untuk Kumbang Jerman

Menyediakan Kotak untuk Kumbang Jerman saat Budidaya
latimes.com

Ulat Jerman dihasilkan dari telur Kumbang Jerman. Oleh karena itu, pastikan untuk menyediakan kotak khusus Kumbang Jerman yang akan bertelur.

Kotak yang dibuat biasanya memiliki ukuran lebih kecil dibanding ukuran kotak untuk Ulat Jerman. Bahan yang digunakan biasanya kayu berukuran sekitar 38 x 58 cm, memiliki selisih dua sentimeter dari ukuran kotak Ulat Jerman.

Baca Juga: Cara Mudah Ternak Kroto dalam Toples

Ukuran tersebut biasanya membuat sekitar 500 Kumbang Jerman. Pembuatan kotak disesuaikan dengan jumlah Kumbang yang akan diternak. Pastikan kotak disertai dengan penyangga yang agak tinggi serta bagian bawahnya diberi wadah berisi oli.

Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dari berbagai hama yang akan mengganggu, seperti semut, tikus, cicak dan hewan lainnya yang bisa menghambat perkembangan budidaya Ulat Jerman.

3. Mempersiapkan Media

Mempersiapkan Media Budidaya Ulat Jerman
abahtani.com

Media yang digunakan untuk Ulat Jerman tentunya harus diperhatikan. Tips budidaya Ulat Jerman bagi pemula agar sukses dalam proses ternaknya yakni menyediakan media yang tepat untuk Ulat.

Media yang biasa digunakan dalam ternak Ulat jenis ini yakni polar gandum yang kaya akan kandungan pati dan protein. Alternatif lainnya yang biasa dijadikan media dalam budidaya Ulat Jamur yakni serbuk halus dari kulit padi (dedak).

Selain itu, ada juga yang mencampurkan polar dan dedak. Proses pencampuran polar pun harus diperhatikan. Pastikan polar yang dipadukan dengan dedak teksturnya halus.

Hal ini bisa disiasati dengan cara menyaring polar sebelum dicampurkan dengan media lain. Penggunaan polar sangatlah dianjurkan, guna mengatasi berbagai gangguan hama yang akan menghambat proses perkembangan Ulat.

4. Memilih Bibit Ulat Jerman

Memilih Bibit Ulat Jerman Saat Budidaya
ulatjermanjakarta.blogspot.com

Tahapan selanjutnya yang harus dilakukan yakni melakukan pembibitan. Bibit yang harus dipilih tentunya harus yang berkualitas. Penyedia bibit Ulat Jerman biasanya marak ditemukan. Namun, untuk menemukan kualitas yang baik tentunya tidaklah mudah. Bibit yang dipilih yakni Kumbang Jerman yang selanjutnya akan menghasilkan telur.

BACA JUGA:  [Panduan Praktis] Cara Budidaya Ikan Komet di Akuarium untuk Pemula

Proses pembibitan inilah yang akan menjadi awal dalam melakukan budidaya Ulat Jerman. Hal yang harus dilakukan yakni meletakkan Kumbang Jerman dalam wadah serta rutin memberikan pakan, kurang lebih selama dua minggu lebih untuk memperlancar Kumbang bertelur.

Pada bagian bawah wadah hendaknya tersedia kotak yang siap memuat telur Ulat Jerman.

5. Membesarkan Telur Ulat Jerman

Membesarkan Telur Ulat Jerman Saat Budidaya
youtube.com

Setelah muncul telur Ulat Jerman, tips budidaya Ulat Jerman untuk pemula selanjutnya yakni membesarkan telur tersebut. Telur yang berada dalam kotak khusus akan mulai menetas ketika usianya mencapai 15 hari. Pada saat tersebut, ukurannya pun akan terlihat cukup kecil.

Oleh karena itu diperlukan proses pembesaran. Untuk membesarkannya, tentu harus diberikan pakan secara rutin. Bisa memberikan buah-buahan dengan potongan kecil dan juga memberikan polar.

Pemberian makan hendaknya dilakukan secara rutin. Hal ini akan menunjang pada proses membesarkan telur Ulat Jerman.

Jika memang masih tersedia tempat yang kosong, pastikan lokasi bertelur dengan tempat membesarkan telur ulatnya terpisah, sehingga terhindar dari berbagai kuman yang dapat menyebarkan virus pada telur Ulat Jerman.

6. Melakukan Pemisahan Larva

Melakukan Pemisahan Larva Saat Budidaya Ulat Jerman
talitakumindonesia.blogspot.com

Proses pemisahan Larva juga menjadi salah satu tips budidaya Ulat Jerman untuk pemula yang harus diperhatikan. Pasalnya, proses pemisahan ini akan membantu perkembangan Ulat selanjutnya.

Larva Ulat Jerman yang dibiarkan tanpa pemisahan akan menjadi Pupa. Hal ini tentunya akan mendatangkan kegagalan untuk menghasilkan Ulat Jerman yang berkualitas.

Untuk mengatasi kegagalan tersebut hendaknya melakukan pemisahan Larva sedini mungkin. Sehingga kualitas Ulat Jerman pun akan terjaga dengan baik. Ketika hal itu terjadi, Ulat hendaknya dirawat hingga siap dipanen.

Ketika proses pemisahan terjadi, pastikan terdapat saringan dengan ukuran yang sesuai dengan ulat. Pemisahan dilakukan setiap satu bulan sekali, untuk menghasilkan Ulat Jerman yang berkualitas.

7. Memberikan Pakan dan Minuman Ulat Jerman

Memberikan Pakan dan Minuman Ulat Jerman Saat Budidaya
abahtani.com

Tips selanjutnya yakni memperhatikan pemberian pakan dan minum. Dalam hal ini, sang peternak hendaknya memberikan pakan dan minum dengan takaran yang tepat. Pemberian hendaknya tidak sembarangan dan manasuka.

Dilakukan sesuai dengan kebutuhan Ulat Jerman, yakni biasanya dalam sehari diberikan dua kali pakan dan minum. Selain itu, takarannya pun harus tepat, tidak banyak dan tidak pula sedikit. Pemberian pakan berlebih dapat mengakibatkan kematian pada Ulat.

Selain itu, tekstur pakan yang diberikan pun harus diperhatikan yakni tidak boleh terlalu lembab atau pun kering. Berikan pakan yang memiliki tekstur seimbang sehingga tidak mudah berjamur, misalnya ampas tahu yang sudah dikeringkan dan campurkan dengan polar.

BACA JUGA:  Cara Beternak Puyuh Petelur Untuk Pemula

Pakan biasanya diberikan pada malam hari, yakni sekitar pukul tujuh hingga sepuluh malam.

8. Memastikan Sirkulasi Udara Terjaga dengan Baik

Memastikan Sirkulasi Udara Terjaga dengan Baik Untuk Budidaya Ulat Jerman
Tips budidaya Ulat Jerman untuk pemula lainnya yakni memastikan sirkulasi udara agar terjaga dengan baik. Pastikan temperatur dalam kotak seimbang, sehingga Ulat memiliki kebebasan bergerak.

Cuaca serta suhu yang tinggi dapat mempengaruhi proses perkembangan budidaya Ulat Jerman. Sehingga dibutuhkan sikap kehati-hatian untuk mencegah hal tersebut. Suhu idealnya yakni kisaran 27 hingga 29 derajat celcius.

Banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya dengan cara menempatkan termometer untuk mengatur suhu udara pada kotak tersebut. Selain memanfaatkan termometer, bisa juga manfaatkan alat penggerak udara seperti kipas. Alat ini dapat digunakan ketika diketahui suhu dalam kotak begitu tinggi.

Hal lainnya yang mesti diperhatikan yakni pastikan menjaga kelembaban dalam kotak. Suhu panas hendaknya terserap baik dengan dipasangnya pelapah pisang pada setiap sisi kotak. Selain kondisi menjadi lembab, panas dalam kotak pun akan terserap, sehingga suhunya menjadi normal.

Pakan Terbaik Untuk Ulat Jerman

Pakan Terbaik Untuk Ulat Jerman
ulatjermanbapakmuhfurqon.blogspot.com

Memberi pakan ulat Jerman tidak perlu bingung karena bahannya tidak sulit. Ulat Jerman dapat diberi makan dedak yang banyak didapat dari penggilingan padi.

Kalaupun mau variasi, bisa menggantinya dengan ampas tahu. Sedangkan untuk minumannya bisa diberi irisan buah pepaya atau konsentrat dari buah-buahan lainya. Bisa juga memberinya perasan air tebu.

Artikel Lain: Cara Membuat Pakan Kambing Fermentasi dengan Em4 Untuk Persedian Jangka Panjang

Perlu diingat bahwa dalam memberi makan ulat Jerman tidak boleh telat karena mereka akan memakan temannya sendiri. Ulat Jerman termasuk dalam hewan kanibal yang unik.

Mereka tidak akan memakan sesamanya sampai habis, melainkan hanya setengah badan atau menyisakan buntutnya saja. Sisa bagian tubuh inilah yang akan menimbulkan penyakit terhadap ulat Jerman yang sehat di sekitarnya.

Tips Mengurangi Jumlah Ulat Jerman yang Mati Saat Budidaya

Tips Mengurangi Jumlah Ulat Jerman yang Mati Saat Budidaya
ulatjermanjakarta.blogspot.com

Setelah mengetahui tips budidaya ulat Jerman untuk pemula yang benar, satu hal penting yang tak boleh dilewatkan adalah fenomena ulat Jerman yang mati mendadak. Hal ini kerap terjadi pada seseorang yang sedang membudidayakan hewan tersebut. Untuk meminimalisasi resiko itu, simak beberapa tips di bawah ini:

  • Rajin memastikan media yang dipakai steril. Artinya, tidak hanya bersih, melainkan tidak ada bangkai ulat Jerman karena media yang tidak steril menjadi sarang penyakit.
  • Rutin mengganti media supaya bersih dari kotoran, jamur, dan bakteri. Namun perlu diingat, saat mengganti tidak perlu seluruhnya. Cukup sebagian dulu baru beberapa waktu kemudian bagian lainnya. Ini guna mencegah ulat Jerman stress menempati media baru.
  • Setiap 15 hari pindahkan indukan kumbang agar kotak tidak penuh sesak. Selain itu, hal ini bisa membuat anakan ulat cepat tumbuh besar.
  • Perhatikan temperatur ruangan. Jangan tempatkan ulat Jerman di area yang mengalami perubahan temperatur secara drastis, yakni dari dingin ke panas atau sebaliknya.

Demikianlah ulasan mengenai tips budidaya Ulat Jerman untuk pemula. Setiap budidaya yang dilakukan tentunya membutuhkan usaha yang keras untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Terutama bagi para pemula, sikap fokus dan telaten hendaknya ditanamkan sedini mungkin untuk menggapai budidaya yang sukses.

TIPS BUDIDAYA ULAT JERMAN UNTUK PEMULA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.