[Panduan Praktis] Cara Budidaya Ikan Komet di Akuarium untuk Pemula

90 View

Minat pasar akan ikan komet tidak pernah sepi, maka dari itu tak ada salahnya jika dijadikan sebagai ide usaha. Namun bagi seorang pemula tentu harus tahu bagaimana cara budidaya ikan komet yang baik, sehingga proses berhasil. 

Ikan komet adalah salah satu jenis ikan hias yang cukup banyak digemari, apalagi harganya yang relatif lebih murah ketimbang koi. Bentuk atau tampilannya memang sedikit lebih mirip dengan ikan koi. Namun komet cenderung lebih ramping. 

Ikan komet pun juga berbagai jenis atau varietas, sehingga saat akan melakukan budidaya, pastikan jenis ikannya dulu. Karena itu di bawah ini tak hanya akan membahas bagaimana cara membudidayakannya saja. Namun juga mengenai jenis-jenis dari ikan komet. 

Jenis-jenis Ikan Komet

Jenis-jenis Ikan Komet

Pertama yang akan dibahas kali ini adalah jenis-jenis dari ikan komet yang cukup laku di pasaran. Sehingga nanti bisa coba untuk membudidayakannya salah satunya saja atau banyak jenis sekaligus. Oleh sebab itu perhatikan apa saja jenis-jenisnya. 

  • Slayer, jenis komet yang paling banyak digemari dan mudah ditemukan di pasaran karena harganya yang relatif terjangkau. 
  • Sara, punya bentuk ekor yang bercabang dengan bercak merah di ujung kepalanya. 
  • Ikan komet sarasa, cukup populer sebab bentuknya dan dapat tumbuh hingga punya badan besar. 
  • Rain garden jadi jenis selanjutnya yang punya ciri dengan warna pucat pasi atau semua putih hingga mirip seperti albino.
  • Harimau, jenis komet ini dinamakan demikian adalah karena warna tubuhnya yang punya garis-garis putih.
  • Shubunkin yang termasuk dalam double tail dengan ekor yang bercabang juga terdapat bercak putih, hitam dan merah di sekujur tubuhnya.
  • Tancho jenis ini hampir mirip dengan koi Tancho yang punya ciri khas pola bulat berwarna yang ada di kepalanya.
  • Lalu yang terakhir adalah Pancawarna, yang mana komet ini punya ekor yang panjang dengan lima warna di tubuhnya dan sering jadi hiasan aquarium. 
BACA JUGA:  Cara Beternak Puyuh Petelur Untuk Pemula

Cara Budidaya Ikan Komet di Akuarium

Cara Budidaya Ikan Komet di Akuarium

Setelah membahas tentang jenis-jenisnya, maka kali ini akan langsung membahas tentang cara budidaya ikan komet yang dapat ditiru. Sebelumnya pun kami sudah membahasa tentang Cara Budidaya Ikan Gurame di Kolam Terpal. Namun dalam artikel kali ini akan diuraikan beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk budidaya ikan komet. Langsung simak saja ulasannya. 

1. Pemilihan Indukan

Hal pertama yang dapat dilakukan dalam membudidayakan ikan komet adalah dengan memilih indukan. Anakan yang berkualitas nantinya bisa diperoleh dengan menggunakan indukan yang unggul. Baru nanti mulai dikawinkan agar menghasilkan anakan. 

Tentu pada tahap ini harus tahu bagaimana cara membedakan antara komet jantan dan juga betina. Untuk mengetahuinya ada beberapa ciri khusus yang bisa diperhatikan. Contohnya adalah dari segi motif di tubuhnya. 

Ciri pertama yang dapat diperhatikan adalah jika jantan maka memiliki motif bintik-bintik bulat yang menonjol di bagian siripnya. Selain itu saat dipegang akan terasa lebih kasar. Saat perutnya diurut maka akan keluar cairan putih. 

Sedang untuk indukan punya motif yang rata di bagian siripnya dan terasa halus saat disentuh. Ketika perutnya diurut, maka nanti akan keluar cairan berwarna kekuningan dari lubang genital. Pemijahan dapat dilakukan saat indukan berusia minimal 8 bulan.

2. Persiapan Media Hidup

Lalu untuk tahap yang kedua adalah dengan mempersiapkan media hidup untuk ikan nantinya. Tempat hidup ini juga yang nantinya digunakan sebagai tempat untuk pemijahan. Karena pemula maka bisa gunakan akuarium. 

  • Untuk ukuran akuarium yang dapat digunakan adalah dengan 60×40×40 cm dan dilakukan beberapa persiapan sebelumnya.
  • Persiapan ini antara lain adalah mencuci akuarium di air yang mengalir hingga bersih, jika perlu gunakan sedikit sabun.
  • Agar akuarium terbebas dari virus atau bakteri maka setelah dicuci lap dengan cairan alkohol 70%.
  • Lalu kemudian isi akuarium dengan air yang sudah diendapkan sebelumnya selama sehari semalam. Isi hingga mencapai ketinggian 30 cm.
  • Selanjutnya bisa coba untuk menambahkan tanaman di dalam akuarium contohnya seperti amazon frogbit.
  • Sehingga nanti tanaman ini bisa digunakan oleh di ikan untuk meletakkan telurnya. 
BACA JUGA:  Budidaya Ikan Gurame di Kolam Terpal, Pemula Wajib Tahu

3. Pemijahan Ikan Komet

Kemudian tahap selanjutnya sebagai cara budidaya ikan komet adalah dengan melakukan pemijahan. Hal ini dapat dilakukan setelah persiapan Media hidup sudah dilakukan dengan matang. Termasuk sudah memasuki tanaman mengapung di atasnya. 

  • Pada langkah awal, pastikan untuk memasukkan indukan jantan terlebih dahulu ke dalam akuarium, setelahnya bisa disusul dengan yang betina.
  • Kemudian setelah itu tinggal biarkan saja kedua indukan di dalam akuarium selama semalaman, di mana pemijahan biasanya terjadi saat malam dan menjelang dini hari.
  • Memasukkan ikan ini sebaiknya dilakukan saat sore hari, hingga nanti proses pemijahan dapat dilakukan tepat waktu.
  • Dalam satu akuarium ini bisa dimasukkan satu ekor komet jantan dan dua betina namun bisa juga jika hanya satu jantan dan satu betina.
  • Saat ikan terlihat saling mengejar, maka itu tandanya pemijahan telah berhasil dilakukan.
  • Pada keesokan harinya maka jika memang pemijahan berhasil maka akan melihat telur ikan pada bagian bawah tanaman yang sebelumnya dimasukkan ke dalam akuarium. 

4. Penetasan Telur Ikan Komet

Lalu tahap selanjutnya yang juga harus diperhatikan dengan baik adalah tahap penetasan telur ikan. Jadi saat pagi hari akan terlihat telur ikan hasil dari pemijahan yang dilakukan malamnya. Maka proses selanjutnya adalah penetasan.

  • Pertama yang harus dilakukan adalah dengan memindahkan indukan dan memisahkan dengan telurnya.
  • Biarkan telur tetap di dalam akuarium hingga mengeras, pada dada telur ikan akan mulai menetas saat sudah berusia tiga hari.
  • Saat semua telur sudah menetas, maka akan otomatis terlepas dari tumbuhan yang diletakkan di akuarium.
  • Maka dari itu saat semua sudah selesai menetas, yang harus dilakukan adalah dengan mengambil tanaman air tersebut.
  • Biarkan larva tetap di dalam akuarium namun jangan lupa untuk terus melakukan pergantian air.
  • Air yang digunakan sendiri pastikan telah diendapkan sebelumnya seperti pada keterangan di atas tadi. 

5. Pemeliharaan Larva Komet

Lalu hal terakhir adalah yang paling penting, yakni pemeliharaan Larva dari ikan komet tersebut. Pada saat baru menetas, maka tidak usah memberikan pakan apapun, hanya cukup mengganti airnya saja. Sebab masih memiliki cadangan makanan.

  • Setelah larva berusia seminggu dan ukurannya sudah sebesar jarum, maka saat itu ikan sudah bisa diberikan pakan alami.
  • Namun yang harus diperhatikan juga bahwa makanan yang diberikan sesuaikan dengan besar mulut larva komet ini.
  • Lalu saat ikan komet sudah berusia 15 hari maka bisa dengan memberikan pakan tambahan.
  • Jangan lupa juga untuk kolam atau akuarium yang digunakan diberikan aliran air agar terdapat oksigen di dalamnya.
  • Saat sudah ikan sudah berusia 1 bulan maka pada saat ini sudah bisa diberikan pakan berupa pelet, Meniran atau bahkan remahan roti. 
BACA JUGA:  Cara Ternak Entok di Belakang Rumah

Demikian tadi adalah ulasan mengenai bagaimana cara budidaya ikan komet yang dapat dilakukan dan juga apa saja jenis-jenisnya. Setelah semua proses yang telah dilakukan tadi maka bisa langsung melakukan pemanenan. Di mana memang dijual saat masih dalam keadaan anakan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.