Cara Ternak Entok di Belakang Rumah

96 View

Cara Ternak Entok di Belakang Rumah – Beternak merupakan bidang yang banyak digeluti oleh masyarakat Indonesia. Bagi pemula dalam bidang ini, cara ternak entok di belakang rumah sangat cocok untuk dipelajari. Sebab, permintaan akan entok masih terbilang tinggi dan pemeliharaannya tidak serumit hewan-hewan besar.

Unggas terbilang familiar di kalangan masyarakat. Kebutuhan akan protein hewani menjadikan unggas salah satu komoditi yang menjanjikan dalam ranah peternakan. Entok dapat dibudidayakan sendiri secara alami, bibitnya pun dapat dilakukan secara alami. Untuk skala rumah tangga, sangat layak dicoba.

Tentang Entok

Tentang Entok

Itik serati, entok, itik manila, disebut juga sebagai mentok (Bahasa Jawa) termasuk jenis unggas yang berkerabat dengan bebek. Biasanya entok diternakkan dengan tujuan untuk diambil telur serta dagingnya sebagai bahan makanan.

Banyak yang menyebutnya mentok dalam Bahasa Jawa, di tempat lainnya juga populer dengan sebutan entok. Unggas ini merupakan hewan peliharaan banyak orang Indonesia, terutama diternakkan untuk diambil dagingnya.

Entok berasal dari wilayah Meksiko, Amerika Selatan, dan Amerika Tengah. Di sana, populasi unggas ini menjalani hidup alami di daerah rawa-rawa berhutan serta daerah berpaya dekat sungai dan danau. Populasi lepasannya juga banyak ditemui di bagian selatan Florida.

Hewan ini juga kerap kali disilangkan bersama itik biasa, disebut sebagai tiktok yang merupakan akronim itik dan entok. Ada juga persilangan entok dan bebek yang dinamakan tongki. Secara karakteristik fisik, entok berukuran sedang hingga besar.

Entok jantan yang liar bisa mencapai panjang hingga 86 cm, dengan kisaran berat 3-4 kg. Mentok betina umumnya lebih kecil, dengan panjang 64 cm serta berat 1,3 hingga 1,5 kg. Lain halnya dengan mentok peliharaan yang cenderung gemuk karena diternakkan.

BACA JUGA:  Cara Ternak Ikan Lele Organik

Entok betina dapat mencapai berat 5 kg dan yang jantan hingga 7 kg. Warna dominan mentok adalah hitam putih, dengan tonjolan kulit merah hitam di dekat wajah dan matanya. Paruhnya gemuk pendek, kaki pendek dan gemuk berselaput renang.

Kemudian ekornya pipih datar dan agak lebar. Meski entok sebenarnya mampu untuk terbang, entok peliharaan sangat jarang terbang. Biasanya lebih sering berjalan dengan kelompoknya dengan kecepatan biasa, tidak tergesa-gesa.

Ekornya bergoyang ke arah kanan dan kiri sehingga banyak yang menganggapnya lucu dan menggemaskan. Gerakan tersebut sebenarnya bertujuan untuk mengimbangi tubuhnya, dan sering disebut megal-megol dalam Bahasa Jawa.

Cara Ternak Entok di Belakang Rumah

Cara Ternak Entok di Belakang Rumah

Sebelumnya telah dijelaskan sekilas tentang entok yang masih keluarga bebek. Sebagai unggas, entok sangat menjanjikan untuk kegiatan peternakan karena banyak yang menyukai daging maupun telurnya. Bahkan pemula dalam bidang beternak juga dapat membudidayakannya.

Budidaya entok cukup menggiurkan karena harganya termasuk stabil. Cita rasa dagingnya khas dan lezat, khususnya pada musim lebaran akan lebih banyak dicari. Tentu diperlukan wawasan serta kecakapan dalam beternak entok.

Sehingga dapat menghasilkan hewan-hewan yang sehat, dengan daging berkualitas dan tidak kalah saing. Memanfaatkan bagian luas yang ada di belakang rumah dapat menjadi opsi tepat untuk memulai beternak. Berikut adalah panduan menjalankan ternak entok:

1. Mempersiapkan Kandang Entok

Cara ternak entok di belakang rumah diawali dengan mempersiapkan kandang. Ini adalah langkah utama, karena akan menjadi tempat para entok tinggal dan beraktivitas nantinya. Bila area belakang rumah masih cukup luas, dapat membuat kandang semi umbaran.

Area di dekat kandang diberi pagar dengan ketinggian pas sehingga entok tidak kabur. Kandang bisa dibuat berbentuk panggung, bisa juga beralaskan tanah. Namun buat alas tanahnya lebih tinggi dibandingkan tanah sekitar agar air hujan tak bisa masuk ke kandang.

Pastikan juga sirkulasi udaranya baik, mendapatkan cukup sinar matahari, serta dilengkapi penghangat dan lampu penerangan. Kandang wajib aman dari hujan, berlokasi dekat perairan atau kolam, dan mudah untuk dibersihkan.

BACA JUGA:  Tips Budidaya Ulat Jerman Untuk Pemula

Kandang perlu diberi ventilasi serta atap bening untuk memudahkan masuknya cahaya matahari. Dengan begitu, tanah di dalam kandangnya bisa tetap kering. Area yang lembab tidak bagus untuk kesehatan entok.

Sesuaikan ukuran kandangnya dengan berapa jumlah entok nantinya. Selain dinding dan pagar tinggi, kandang juga perlu memiliki saluran air. Sehingga dapat mengatasi bau kotoran yang mengganggu. Tak lupa menyertakan tempat untuk makan dan minum dalam kandang.

2. Membuat Kolam untuk Mandi dan Pagar

Sediakan kolam yang memadai untuk mandi. Entok adalah unggas air, sehingga menyukai aktivitas mandi. Buatlah kolam berukuran kecil dengan kedalaman 30-50 cm. Kolam dapat dibuat dari bahan terpal, semen, atau plastik.

Bangun juga pagar untuk kandang, selain agar tidak terbang kabur, juga untuk mengamankan entok dari predator misalnya anjing liar. Untuk pengamanan dari pencuri, pakai bahan bambu yang dilapisi waring serta MMT bekas.

3. Memeriksa Kebersihan Kandang

Pastikan untuk memeriksa kondisi kandang agar tetap terjaga kebersihannya. Cara ternak entok di belakang rumah ini sangat penting untuk mencegah masuknya penyakit atau virus yang membahayakan entok. Semprot kandang secara rutin menggunakan desinfektan.

Desinfektan yang digunakan harus yang aman bagi unggas, karena itu sebaiknya membeli di toko pertanian. Agar kolam buatannya tetap steril, pakai EM4. Caranya dengan menyiram kolam menggunakan EM4 untuk mengatasi berkembangnya bakteri patogen.

4. Membeli Bibit Entok

Jika persiapan kandang, termasuk pagar dan kolamnya sudah siap, maka bisa berlanjut cara ternak entok di belakang rumah berikutnya. Anakan bisa didapatkan dari peternak terpercaya agar kualitasnya terjaga. Sediakan kandang khusus anakan yang disertai lampu penghangat.

Dari umur 3-5 hari, anakan diberikan makanan dalam kandang. Sesudah itu barulah dikeluarkan untuk berenang di kolam yang tersedia dan dibatasi pelindung pagar. Jika masih awam, bisa juga langsung membeli indukan entok serta satu pejantan agar pemeliharaannya mudah.

5. Menyediakan Pakan Entok dan Menyesuaikan Dosisnya

Siapkan pakan dengan komposisi dan jumlah sesuai usia entok. Agar segera tumbuh besar, makanan harus memiliki protein tinggi, seperti voer atau pelet. Bisa juga membuat sendiri makanan entok dengan bekatul atau dedak, nasi kering, jagung, sayur, dan ikan kecil.

BACA JUGA:  Cara Mudah Ternak Kroto dalam Toples

6. Memberikan Antibiotik dan Vitamin

Jika membahas cara ternak entok di belakang rumah, vitamin serta antibiotik tidak boleh terlupakan. Keduanya dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan pada entok, khususnya musim rentan sakit seperti pancaroba. Di musim tersebut, tubuh entok akan lebih lemah.

Keduanya bisa didapatkan di toko pertanian dengan mudah. Bisa juga membuatnya langsung dengan menggunakan labu, pepaya, air rebusan, wortel, serta parutan jahe atau kunyit. Semuanya disaring dan diberikan dua kali dalam sehari dengan mencampurnya dalam minuman atau makanan entok.

7. Mengatasi Penyakit Pada Entok

Pencegahan penyakit adalah hal yang krusial, karena evolusi virus termasuk cepat. Meski entok sehat, dapat terserang virus baru. Karena itulah gejala harus segera dideteksi dan diatasi. Contoh penyakit yang sering menyerangnya adalah:

  • Kolera.
  • Mata memutih.
  • Berak hijau.
  • Berak putih.
  • Flu burung.
  • Salmonellosis.
  • Cacar.
  • Sinusitis.

8. Persiapan Ternak dan Pasca Panen Entok

Cara ternak entok di belakang rumah tak terlepas dari panen. Jika panen lewat dari lima bulan, umumnya entok telah siap kawin sehingga bisa dijadikan indukan pada ternak selanjutnya. Sesudah panen, bersihkan kandang dan kolam kemudian disterilisasi.

Itu adalah beberapa cara ternak entok di belakang rumah yang bisa dipelajari dan diterapkan oleh pemula. Dimulai dari bibit sehat hingga panen, dapat memberikan hasil yang baik jika diiringi wawasan memadai dan perhatian terhadap berbagai aspek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.