Cara Beternak Puyuh Petelur Untuk Pemula yang Mudah Dipraktikkan

Cara Beternak Puyuh Petelur Untuk Pemula – Salah satu wirausaha yang banyak diminati oleh berbagai kalangan adalah menjadi peternak. Misalnya saja beternak puyuh petelur. Banyak orang tertarik menjadi peternak puyuh pasalnya harga telur puyuh di pasaran lumayan bisa bersaing dengan telur unggas lainnya.

Banyak keuntungan yang akan didapatkan bagi peternak burung puyuh ini tetapi bagi pemula menjadi peternak puyuh petelur ini bisa dikatakan gampang-gampang susah. Namun jangan khawatir, pasalnya berikut ini akan diuraikan beberapa cara beternak puyuh petelur untuk pemula yang mudah dipraktikkan.

Cara Beternak Puyuh Petelur Untuk Pemula

1. Mempersiapkan Kondisi dan Fasilitas Kandang Puyuh Petelur

Cara Beternak Puyuh Petelur Bagi Pemula: Mempersiapkan Kondisi dan Fasilitas Kandang Puyuh Petelur

Hal yang pertama harus dilakukan sebagai salah satu cara beternak puyuh petelur untuk pemula adalah mempersiapkan kandang. Sebagai peternak puyuh maka tentukan lokasi kandang yang mempermudahkan untuk melakukan pemeliharaan dan pengawasan terhadap burung puyuh tersebut.

Kemudian pastikan juga peternak membuatkan kandang dengan ukuran idealnya yaitu dengan lebar 60 cm, kemudian tingginya 30 cm dan panjangnya 100 cm. Menggunakan kandang dengan ukuran tersebut bisa untuk menampung burung sekitar 30 an ekor.

Selain itu jika ingin lebih memaksimalkan kandang maka bisa dibuat bertingkat. Namun pastikan hanya bertingkat empat. Sebab jumlah itu ideal untuk kandang puyuh. Hal yang harus diperhatikan berikutnya adalah fasilitas yang ada pada kandang.

Pertama kandang harus memiliki sirkulasi udara yang bagus. Untuk cahaya matahari juga usahakan bisa masuk ke dalam kandang tersebut. Jadi pada dinding kandang bisa menggunakan kawat strimin. Sedangkan pada bagian rangka kandang bisa menggunakan belahan bambu untuk meninimalisir biaya yang dikeluarkan.

Pastikan jarak antar bambu tidak terlalu renggang agar burung puyuh tetap aman didalam kandang. Namun juga jangan terlalu rapat agar tetap mendapatkan sirkulasi udara yang baik juga. Kemudian buatkan wadah akan yang ditempelkan pada dinding luar dengan bentuk memanjang sedangkan untuk wadah minumnya bisa diletakkan pada bagian belakang kandang.

Sebenarnya semakin pas kandang maka akan semakin baik untuk burung menghasilkan telur. Pasalnya jika ukuran kandang terlalu besar akan membuat burung banyak gerak dan hanya akan banyak mengeluarkan energi.

2. Memilih Bibit Puyuh Yang Berkualitas

Cara Budidaya Puyuh Petelur: Memilih Bibit Puyuh Yang Berkualitas

Langkah selanjutnya cara beternak puyuh petelur untuk pemula adalah melakukan pemilihan bibit puyuh yang tentunya berkualitas. Tentunya dengan bibit yang berkualitas maka besar kemungkinan untuk mendapatkan hasil telur yang berkualitas juga.

Jadi bagi pemula maka bisa membeli bibit puyuh yang berkualitas ini langsung di tempat-tempat yang melakukan penjualan bibit dan tentunya tempat tersebut sudah terpercaya. Salah satu tips yang bisa diterapkan saat membeli bibit puyuh adalah dengan memilih bibit yang masih dalam jangka waktu produktif.

Oleh karena itu pastikan umurnya tidak terlalu muda atau tua. Mungkin bisa sekitar 3 mingguan. Pasalnya hasil telur juga dipengaruhi oleh umurnya.

Semakin tua burung tersebut maka produksi telur juga akan semakin berkurang. Bagi peternak pemula bisa memperhatikan ciri-ciri dari bibit yang bagus sebagai berikut pertama bibit burung puyuh sangat aktif bergerak.

Kemudian untuk tampilan fisiknya burung memiliki bentuk yang sempurna dengan anggota tubuh yang lengkap. Selain itu warna pada bulunya juga tidak kusam. Pastikan juga tidak salah membeli bibit jantan, karena yang dibutuhkan dalam peternak puyuh petelur adalah bibit burung betina.

Jika belum mengetahui perbedaannya maka perhatikan pada bagian pantat burung tersebut, jika terdapat benjolan berarti itu jantan jadi peternak harus memilih yang tidak terdapat benjolan. Ciri berikutnya pada puyuh betina bulu pada bagian dadanya berwarna sawo matang dan ada bercak hitam.

Sedangkan pada burung jantan tidak terdapat bercak hitam tersebut, Sedangkan untuk karakternya burung betina tidak berkokok dan untuk ukuran tubuhnya lebih besar daripada yang jantan.

Setelah mendapatkan bibit yang berkualitas maka jangan lupa untuk memberikan suntik vaksin ND agar terhindar dari penyakit unggas yang mudah menyerang. Dan selain itu bibit juga tidak mudah stress saat dipindahkan ke dalam kandang yang sebelumnya sudah dipersiapkan.

3. Mengkondisikan Suhu Kandang Yang Sesuai

Cara Ternak Puyuh Petelur: Mengkondisikan Suhu Kandang Yang Sesuai

Suhu kandang yang dibutuhkan agar burung puyuh ini bisa betelur dengan baik adalah dengan menjaga suhunya ada pada sekitar 20 hingga 25 persen. Untuk menjaga agar suhu tetap hangat maka tidak ada salahnya untuk memberikan lampu penerangan dengan daya 25 hingga 45 watt untuk pagi dan siang hari.

Sedangkan pada malam hari usahakan dengan lampu berwatt sekitar 40 hingga 60 watt. Selain itu juga untuk mengurangi panas saat siang hari maka sehingga suhu tetap stabil maka bisa dengan memasang exhaust fan.

Selain mengurangi panas juga bisa mengurangi bau dari amoniak yang berlebihan. Sedangkan untuk tingkat kelembapan yang baik ada pada 30 hingga 80 persen.

Baca Juga: Cara Ternak Parkit Di Kandang Kecil yang Hemat Budget

4. Memberikan Pakan Secara Teratur

Cara Memelihara Puyuh Petelur: Memberikan Pakan Secara Teratur

Hal yang tidak boleh dilewatkan dalam cara beternak puyuh petelur untuk pemula adalah memberikan pakan secara teratur. Selain itu pemberian pakan juga harus berkualitas agar hasilnya bisa lebih baik.

Pada umumnya sebagai peternak bisa memberikan pakan pada burung ini dengan pelet atau pakan yang bisa ditemukan di penjual pakan burung.

Untuk waktunya memberikan pakan ini bisa dilakukan pada 2 waktu yaitu sore dan pagi hari. Jadi sehari bisa memberikan makan sebanyak 2 kali. Untuk minumnya jangan lupa juga memberikan dengan air yang bersih.

5. Menjaga Kebersihan KandangBagaimana Cara Ternak Puyuh Petelur: Menjaga Kebersihan Kandang

Cara beternak puyuh petelur untuk pemula berikutnya adalah menjaga kebersihan kandang puyuh. Peternak bisa membuatkan alas kandang dengan menggunakan kawat strimin dimana fungsinya agar saat puyuh mengeluarkan kotoran, maka dengan sendirinya kotoran akan langsung jatuh ke bawah kandang, tidak bersentuhan dengan badan puyuh.

Kemudian pada bagian bawahnya bisa diberikan wadah penampungan kotoran agar mudah untuk dibersihkan. Pasalnya kotoran tersebut bisa menjadi sumber penyakit bagi burung puyuh itu sendiri karena terdapat banyak virus dan bakteri. Kemudian juga bersihkan juga kotoran yang sudah menumpuk pada wadah tersebut kurang lebih 3 hari sekali.

Untuk tempat penampungan air minum dan pakanya juga bersihkan saat nampak sangat kotor. Agar pakan tetap sehat saat masuk kedalam burung puyuh tersebut. Selain kandangnya maka lingkungan sekitar kandang juga perlu untuk tetap dijaga kebersihannya.

6. Melakukan Proses Pemanenan dan Pemasarannya

Cara Ternak Puyuh Petelur Pemula: Melakukan Proses Pemanenan dan Pemasarannya

Setelah mengetahui cara beternak puyuh petelur untuk pemula. Maka saat inilah yang banyak ditunggu-tunggu oleh para peternak burung puyuh. Pastikan meletakkan hasil panen pada wadah telur sehingga meninimalisir pecahnya telur.

Selain itu mungkin yang lebih membingungkan bagi peternak pemula adalah proses pemasarannya. Jika telur masih berjumlah sedikit maka bisa dititipkan pada pedagang sayur sekitar rumah.

Namun jika jumlah telur yang dipanen berjumlah sangat banyak maka pastikan mengetahui tempat-tempat pengepul telur puyuh. Atau bisa juga dengan bergabung pada komunitas para peternak puyuh agar lebih mudah untuk memasarkan.

Demikian itu beberapa cara beternak puyuh petelur untuk pemula yang bisa dipraktikkan dengan mudah. Selain langkah-langkah tersebut maka pastikan juga tidak mudah menyerah. Karena setiap usaha pasti ada gangguan dan kegagalannya di awal.

Cara Beternak Puyuh Petelur Untuk Pemula

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.