10 Perawatan Murai Batu Dorong Ekor yang Bisa Diketahui

73 View

Baru pertama kali memelihara burung murai? Pastikan untuk mencari tahu perawatan murai batu dorong ekor yang tepat sehingga bisa berkembang dengan baik. Mengingat burung ini memiliki kicauan yang sangat bagus.

Terbukti banyak di antara pemilik murai batu mengikutsertakan peliharaannya dalam kompetisi yang bisa membawa pulang banyak hadiah. Hal ini tentu menjadi kepuasan tersendiri bagi pemilik. Supaya bisa mempunyai murai yang hidup dengan baik, simak berikut ini perawatannya.

Perawatan Murai Batu Dorong Ekor

Perawatan Murai Batu Dorong Ekor

1. Pemberian Makanan

Hampir sama dengan perawatan hewan lainnya, perawatan murai batu dorong ekor bisa dimulai dari makanan. Berikan makanan yang tepat dengan memberikan jangkrik secara rutin. Pemberian makanan tersebut bisa dilakukan dengan memberinya 4 hingga 5 ekor pagi dan sore.

Tidak hanya jangkrik saja makanan yang dapat diberikan, jenis burung yang satu ini juga sangat menyukai kroto. Namun, kroto tidak bisa diberikan setiap hari. Cukup diberikan 2 hingga 3 kali saja dalam seminggu.

Sebenarnya tidak ada larangan untuk memberikan kroto setiap hari, akan tetapi lebih baik memberikan porsi makan secukupnya. Makanan berlebih juga bisa memberikan efek yang tidak baik untuk kesehatan murai. Oleh sebab itu, berikan makanan sesuai porsinya saja.

2. Pengembunan

Menjadi salah satu burung dengan kicauan terbaik, tentu perawatannya pun harus dilakukan dengan baik. Contohnya dengan melakukan pengembunan rutin tiap pagi. Dengan begitu, fisik murai pun akan lebih sehat dan bertenaga.

Pasalnya, kebiasaan perawatan murai batu dorong ekor yang dimulai menjelang matahari terbit sangat menyegarkan. Membuat rangsangan pada kicauan pun dapat dilakukan. Hal ini tentu berkat dukungan suasana yang masih tenang pada pagi hari.

Selain itu, suasana yang masih segar dan tenang pun bisa membangkitkan kebebasannya. Membuat burung dapat mengekspresikan dirinya secara bebas. Dengan begitu, keagresifannya pun bisa dilatih kembali di alam bebas tentunya.

BACA JUGA:  Cara Tepat Mengatasi Burung Murai Batu yang Lesu

3. Mandikan Secara Berkala

Kebiasaan perawatan yang harus dihindari ketika memelihara murai batu dorong, yaitu memandikannya terlalu sering. Jika hal itu terjadi, maka akan membuat birahi serta emosi yang dihasilkan menurun. Langkah sebaiknya yang diambil yakni dengan menunggu emosi dari murai stabil sendirinya.

Pemakaian semprotan air juga bisa melihat bagaimana respon yang diberikan. Kegiatan in bisa dilakukan 2 kali seminggu dan paling banyak 3 kali. Proses pemandiannya pun tidak bisa dilakukan pada siang hari.

4. Kebersihan Kandang

Bukan hanya dari segi fisik saja, kebersihan dari kandang murai pun harus terjaga dengan baik. Kandang yang kotor bisa membuat murai beresiko terpapar virus penyakit. Itulah yang menyebabkan kebersihan kandang sangatlah penting.

Pemilik secara rutin harus membersihkan kandang minimal 2 kali sehari pagi dan sore hari. Hal ini tentu dilakukan untuk memastikan bahwa kotoran tidak menempel dan mengeras pada kandang. Dengan begitu proses pembersihan bisa dilakukan dengan cepat.

Jika kandang, tempat dimana murai tinggal sudah bersih, maka akan menjadi lebih nyaman dan sehat. Kegiatan dari bersih-bersih ini juga memberikan dampak positif bagi murai. Selain itu, tekanan akan kandang yang kotor pun tidak akan terjadi.

5. Jemur Murai

Bentuk dari perawatan murai batu dorong ekor selanjutnya, yaitu dengan menjemurnya di bawah matahari pagi. Sama dengan cara menjemur bayi agar membuat tubuhnya menjadi kuat. Selain itu, efek dari penjemuran pun agar bulu dapat tumbuh dengan baik.

Penjemuran tentu tidak harus dilakukan rutin tiap hari, cukup 2 hingga 3 kali saja dalam seminggu. Waktu yang diperlukan hanya sekitar 15 menit dengan panas matahari yang hangat. Maksudnya panas matahari yang baru terbit dan tidak terik.

6. Penyimpanan Kandang

Untuk penyimpanan kandang sendiri, pada umumnya sebagian besar orang meletakkannya di teras halaman. Meskipun tidak jarang juga yang menyimpannya di dalam ruangan. Penyimpanan kandang sebenarnya bebas, bisa diletakkan dimana saja.

Namun yang terpenting dari penyimpanan kandang adalah suhu dan area sekitar kandang. Murai membutuhkan area kandang yang sejuk dan nyaman sehingga burung merasa aman. Bisa juga dengan memisahkan tempatnya dengan burung lain, jika memiliki beberapa burung lainnya.

BACA JUGA:  Rahasia Memikat Burung Murai Batu untuk Pemula

Langkah ini tentu diambil untuk mencegah burung menjadi emosi dan over birahi. Terlebih lagi jika ditempatkan berdekatan dengan kandang burung yang berbeda kelamin. Kondisi ini tentu bisa menimbulkan resiko masalah lainnya.

7. Perhatikan kondisi Mabung

Bagi yang  belum paham dengan kondisi mabung, mabung adalah keadaan dimana burung akan mengalami pergantian bulu. Jika hal ini terjadi, maka yang harus dilakukan, yaitu mengenali tanda-tandanya. Dimulai dengan perubahan ciri fisik yang lebih dominan.

Contohnya bulu yang rontok hingga perubahan sifat menjadi lebih manja dari sebelumnya. Perubahan ini biasanya terjadi dalam kurun waktu 3 bulan. Selanjutnya akan kembali terjadi di bulan ke 6 hingga 1 tahun mendatang.

Pastikan untuk segera memperbaiki makanan yang menyehatkan pada burung saat mabung. Dengan memiliki kepekaan terhadap kondisi murai terkini. Bisa dipastikan tumbuh kembangnya pun akan terjaga hingga dewasa burung anakan pun menjadi dewasa.

8. Atasi Ekor Burung yang Miring

Perawatan murai batu dorong ekor lainnya yang dapat dilakukan, yaitu dengan mengatasi ekornya yang miring. Kemiringan pada ekor diakibatkan seringnya burung menempel di dalam sangkar. Membuat ekor pun akhirnya terhimpit dan miring dari posisi awalnya.

Penyebab lainnya juga bisa karena murai yang berusaha untuk mencabuti bulunya sendiri. Memungkinkan pertumbuhan bulu pun menjadi terganggu. Solusinya efektif yang dapat dilakukan, yaitu dengan memandikannya rutin dan berkala dengan baik.

Normalnya murai akan dimandikan 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Akan tetapi karena ekor burung sudah miring, kegiatan mandi pun bisa rutin dilakukan setiap hari. Cukup mandikan 2 kali di pagi dan sore hari saja.

9. Hindari Penjemuran Saat Mabung

Pengetahuan dasar seputar perawatan murai yang wajib diketahui salah satunya hindari penjemuran saat mabung. Bukan berarti tidak boleh, hanya saja kurangi intensitasnya. Pasalnya akan berakibat pada kerontokan bulu yang bisa membuatnya menjadi  botak.

Dengan begitu, akan membuat murai lebih peka terhadap suhu lingkungan sekitarnya. Kekhawatiran yang muncul efek sering melakukan penjemuran bisa meningkatkan suhu tubuh menjadi cepat panas. Memungkin dehidrasi yang parah bisa saja terjadi.

BACA JUGA:  Panduan Lengkap: Cara Memotong Kuku Burung Murai Batu dengan Aman dan Benar

10. Hindari Pemberian Protein Tinggi Berlebihan

Faktor penting yang membuat murai menjadi sehat dan kuat salah satunya adalah makanan. Terutama bagi pertumbuhan ekor murai yang sangat penting. Protein memang sangat bagus, akan tetapi kadarnya harus diperhatikan, tidak boleh berlebih dan harus sesuai porsinya.

Jangan sampai pemberian protein terlalu tinggi dianggap hal yang wajar dan justru bagus untuk murai. Pasalnya sesuatu yang berlebihan meskipun baik akan berbahaya. Apalagi jika dikonsumsi secara rutin dalam jangka waktu tertentu.

Begitulah penjelasan tentang perawatan murai batu dorong ekor yang bisa ditiru dan diterapkan. Meski masih menjadi pemula, setiap orang bisa memulainya dengan perawatan yang paling dipahami. Jika sudah berhasil di satu cara, maka cara lainnya pun mudah diterapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.