takecarecat.wordpress.com

Cara Merawat Anak Kucing

93 View

Cara Merawat Anak Kucing – Banyak yang tertarik memiliki kucing sebab hewan satu ini memang menggemaskan. Kucing termasuk hewan peliharaan yang setia, mudah dilatih, dan asyik diajak bermain.

Namun bagaimana jadinya kalau yang didapatkan adalah anak kucing tanpa induk? Tak perlu bingung, simak pembahasan cara merawat anak kucing yang tidak memiliki induk pada artikel ini.

Ada banyak alasan mengapa seseorang bisa mempunyai anak kucing tanpa induknya.

Umumnya ini terjadi karena anak kucing tersebut ditemukan dalam kotak, ditinggalkan induknya begitu saja, atau diberikan oleh pemilik si induk karena sudah terlalu banyak kucing.

Apapun awal mulanya, penting untuk memahami cara merawat anak kucing karena pemeliharaannya berbeda dengan kucing dewasa.

Yang Harus Dilakukan Saat Merawat Anak Kucing

Yang Harus Dilakukan Saat Merawat Anak Kucing
pets.webmd.com

Perlu diingat kalau dibutuhkan kesabaran ekstra saat memelihara anak kucing tanpa induknya. Si pemilik akan menggantikan peran si induk, mulai dari menyusui hingga memberikan kehangatan serta kasih sayang.

Dengan melakukan cara merawat anak kucing yang baik, maka anak kucing tersebut bisa tumbuh sehat, energik, dan menurut. Inilah hal-hal yang harus dilakukan:

Baca Juga: Makanan Untuk Anak Kucing

1. Menyediakan Tempat yang Hangat dan Nyaman

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memberikan kehangatan pada si kucing. Anak kucing belum memiliki panas alami pada tubuhnya.

Itulah mengapa jika menemukan anak kucing langsung saja diselimuti. Jangan lupa bagian alas kotak dilapisi selimut juga.

Kalau khawatir kurang hangat, bisa taruh botol berisi air hangat. Idealnya suhu anak kucing berada pada 31 – 33 derajat celcius.

BACA JUGA:  Kucing Tidak Mau Makan

Pastikan suhu ini hingga anak kucing tersebut berusia lima minggu. Selain itu, tempatkan kotak mereka jauh dari predator yang mengancam.

2. Tidak Disatukan dengan Kucing Dewasa

Meskipun sudah memiliki kucing sebelumnya di rumah, tidak disarankan menempatkan anak-anak kucing bersama kucing dewasa lainnya.

Hal ini untuk menghindari penolakan oleh kucing dewasa atau kemungkinan anak kucing dimakan oleh mereka.

Lain halnya apabila mau disatukan dengan anak kucing lainnya. Ini boleh dilakukan karena anak-anak kucing tersebut akan berbagi kehangatan tanpa seekor induk.

Anak-anak kucing pun bisa lebih nyaman sehingga mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.

3. Rutin Memberikan Susu

Cara merawat anak kucing kurang lebih mirip seperti memberi susu pada seorang bayi. Anak kucing yang baru lahir harus diberi susu setiap 2 jam. Seiring dengan bertambahnya usia, jarak waktu pemberian susu berubah menjadi 4 jam sekali.

Susu yang diberikan tidak bisa sembarangan. Ada susu formula khusus anak kucing yang dijual di pet shop.

Kalau memberikan susu manusia bisa menyebabkan anak kucing diare. Kandungan susu yang bisa dicerna anak kucing berbeda dengan manusia.

4. Membantu Kucing Untuk Buang Air

Biasanya anak kucing belum bisa buang air sendiri. Oleh sebab itu, si pemilik harus membantunya agar bisa buang air. Caranya adalah menggosok-gosok perut kucing serta bagian anusnya dengan lembut.

Gunakan kapas atau tisu yang dibasahi air hangat untuk memancing kotorannya keluar.

Jika kucing sudah beranjak besar, latih mereka agar dapat buang air sendiri. Arahkan ke area yang berpasir dan tunjukkan bagaimana caranya membersihkan diri. Kalau sudah dilatih sejak kecil, maka hingga dewasa si kucing akan terbiasa hidup bersih.

5. Membantu Kucing Untuk Bersendawa

Tak hanya buang air, anak kucing pun belum bisa bersendawa. Sendawa bagi anak kucing penting dilakukan setelah mereka meminum susu. Elus punggung dan tepuk-tepuk perlahan beberapa kali sampai kucing bersendawa.

Hal ini tak perlu dilakukan apabila si kucing sudah mulai memakan dry food atau wet food. Ingat, jangan lupa, setiap kali selesai memberikan susu harus membuat si anak kucing bersendawa dulu baru boleh ditinggal atau diajak bermain.

BACA JUGA:  Ketahuilah Ciri Ciri Kucing Mau Mati Berikut Ini

6. Rajin Membersihkan Tubuh Kucing dan Tempat Tinggalnya

Anak kucing tidak banyak beraktivitas seperti kucing dewasa, apalagi anak kucing yang baru lahir. Mereka akan lebih banyak tidur sehingga matanya kotor.

Bersihkan mata anak kucing dengan hati-hati menggunakan kapas yang dibasahi air hangat. Lap perlahan saat mereka terbangun.

Tak hanya bagian mata, anggota tubuh lainnya pun harus dipastikan bersih. Lalu, kebersihan tempat tinggal mereka pun tak kalah pentingnya.

Jangan sampai kotoran menumpuk. Ganti alas dan pasir pada kotak, serta perhatikan juga kebersihan wadah makanan dan minumannya.

7. Beri Vaksin

Ini tak boleh dilewatkan dan menjadi bagian penting dari cara merawat anak kucing, baik memiliki induk maupun tidak. Anak kucing harus dibawa ke dokter hewan untuk mengecek kesehatannya sekaligus diberi vaksin sebab anak kucing rentan terhadap penyakit.

Vaksin pertama diberikan saat kucing berusia 6-8 minggu, lalu yang kedua saat usia sekitar 13 minggu. Selanjutnya pemberian vaksin diulang setiap satu tahun sekali.

Perlu diketahui bahwa vaksin ini sangat penting untuk mencegah kematian kucing. Sebagai contoh, penyakit distemper yang mematikan 27 ekor kucing mendadak di Karang Anyar, Jawa Tengah, pada Januari 2020 lalu.

Penyakit tersebut disebabkan oleh virus parvo yang hanya dapat dicegah oleh vaksin.

8. Rutin Melatih Geraknya dengan Bermain

Saat kucing memasuki usia tiga minggu mulailah melatih otot-ototnya. Pancing si kucing untuk mau bergerak dengan bola-bola kecil atau mainan tali.

Anak kucing tertarik dengan benda-benda bergerak seperti ini, apalagi memiliki warna-warna yang cerah.

Bisa juga menyiapkan area untuk mencakar karena sejak kecil kucing memiliki naluri ini. Supaya tidak merusak benda-benda di dalam rumah, maka si pemilik harus membuatkan wilayah khusus agar si kucing bisa mencakar-cakar.

Ini yang Boleh Diberikan Untuk Anak Kucing

Ini yang Boleh Diberikan Untuk Anak Kucing
takecarecat.wordpress.com

Melanjutkan pembahasan cara merawat anak kucing tanpa induk di atas, berikut adalah daftar makanan yang boleh diberikan kepada si kucing.

Jika memberikan makanan kucing dewasa pada anak kucing, maka kemungkinan anak kucing akan kekurangan nutrisi. Kucing yang masih kecil membutuhkan asupan lebih banyak dibandingkan dewasa. Berikut adalah jenis makanan yang bisa diberikan:

BACA JUGA:  Mengetahui Harga Pasir Kucing Terkini

Artikel Lain: Cara Merawat Anak Kucing Persia Secara Tepat!

1. Dry Food

Dry food bisa didapatkan di pet shop. Saat ini ada banyak macamnya dan harganya pun bervariasi.

Beli dry food khusus untuk anak kucing sebab kandungan vitamin dan proteinnya sudah diukur secara pas. Selain itu, tekstur dry food anak kucing dan dewasa pun berbeda. Teksturnya disesuaikan dengan kondisi gigi serta gusi anak kucing.

2. Wet Food

Ada juga wet food yang dijual di pet shop. Untuk anak kucing yang baru memulai makan sebaiknya menggunakan wet food.

Makanan ini lebih mudah dicerna karena banyak mengandung air sehingga melatih pencernaan dan saluran kemih si kucing. Hanya saja makanan jenis ini tidak dapat bertahan lama seperti dry food.

3. Susu

Susu adalah makanan utama bagi anak kucing hingga berusia satu bulan. Setelah itu, baru anak kucing bisa diperkenalkan dengan makanan lembek. Ingat, susu yang diberikan harus susu anak kucing yang dijual di pet shop.

Cara memberikannya bisa menggunakan sedotan, spuit suntikan, atau dot khusus anak kucing. Kalau anak kucing sudah terbiasa, maka si kucing akan menyedot dengan sendirinya tanpa harus disuapi.

4. Bubur Buatan

Beberapa orang ada yang membuatkan bubur untuk anak kucingnya. Namun ini bisa dilakukan jika si kucing sudah bisa makan. Adapun makanan yang diberikan bukan ikan atau daging mentah.

Semuanya harus dimasak dulu baru dilembutkan. Bakteri yang menempel pada makanan mentah bisa membuat si kucing keracunan atau tidak nafsu makan.

Jika memperhatikan cara merawat anak kucing tanpa induknya ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Kuncinya adalah kesabaran dan penuh kasih sayang.

Jika kucing beranjak dewasa barulah dibutuhkan konsistensi dalam melatihnya. Selain itu, perhatikan pula asupan nutrisi si kucing. Jangan sampai salah memberi makan karena pencernaannya masih belum kuat.

Cara Merawat Anak Kucing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.