[Panduan] Cara Ternak Pleci Menggunakan Sangkar Gantung

103 View

Beternak burung pleci merupakan opsi bisnis yang terbilang menjanjikan dikarenakan Harga Burung Pleci cenderung tinggi dengan peminat yang sama tingginya. Pemula dapat mempelajari cara ternak pleci menggunakan sangkar gantung yang mudah untuk didapatkan. Tidak mengherankan jika burung kecil ini banyak digemari, karena suaranya yang merdu juga kencang.

Dengan sangkar gantung, akan lebih efisien dan efektif dalam memaksimalkan ruang dan memantau aktivitas burung pleci. Tidak ada yang mustahil, pemula pun dapat beternak dengan hasil yang baik jika mengerti caranya. Mari membahasnya bersama-sama di sini:

Mengenal Burung Pleci

Mengenal Burung Pleci

Sebelum membahas tentang cara ternak pleci menggunakan sangkar gantung, mari mencari tahu lebih dalam tentang burung bercorak unik ini. Burung kacamata, lebih akrab dengan sebutan burung pleci merupakan famili zosteropidae.

Nama marga burung ini asalnya dari Bahasa Yunani yaitu zosterops, artinya sabuk mata. Burung kacamata biasanya hidup secara berkelompok, dimana dalam satu kelompok terdiri dari setidaknya empat burung.

Burung pleci memiliki karakteristik tubuh yang cukup kecil, mulai ujung paruh sampai ekornya berkisar 8 hingga 15 cm saja. Ciri utama yang membedakannya dari burung yakni lingkaran putih di sekeliling matanya. Inilah yang membuatnya dikenal sebagai burung kacamata.

Langkah awal untuk bisa memulai beternak burung pleci yaitu harus mengetahui Cara Membedakan Pleci Jantan dan Betina. Fitur fisiknya yakni ekor yang runcing dan panjang, dengan kepala kecil, paruh pendek namun kokoh. Biasanya burung pleci berwarna kecoklatan muda, kemudian terdapat tanda yang agak gelap di ekor dan sayapnya. Jantan maupun betina memiliki penampilan yang mirip.

Namun, biasanya jantan agak lebih besar. Pleci termasuk burung yang pemalu, sering bersembunyi di sekitar dedaunan pohon yang lebar atau semak belukar. Meski pemalu, pleci termasuk pemburu yang handal dan aktif bergerak. Mereka juga senang bermain.

BACA JUGA:  Panduan Lengkap: Cara Melatih Suara Burung Pleci

Beberapa Jenis Burung Pleci

Beberapa Jenis Burung Pleci

Pleci kerap kali menghabiskan waktunya untuk terbang ke berbagai tempat sambil mencari makanan. Pakan yang disukai sebagian besarnya adalah serangga, dan beberapa buah-buahan seperti beri. Burung pleci juga terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya:

  • Buxtoni (bustomi). Asalnya kebanyakan dari Bogor, Jabar, Banten, Sumatera, dan Lampung. Jenis burung endemik yang cantik dan berkepribadian aktif. Terbagi menjadi pleci hijau, emas, dan biru-hijau.
  • Dada kuning (dakun). Memiliki karakteristik dada yang berwarna kuning cerah. Jenis dakun cukup banyak seperti dakun macok, salvadori enggano, dakun garut, dakun mata merah, dan lain-lain.
  • Montanus. Disebut juga pleci gunung, merupakan burung yang berpenampilan eksotis dari wilayah pegunungan. Memiliki warna punggung hijau cerah, dengan sayap biru, kepala dan dada kuning. Sifatnya pemalu dan lembut, namun mudah dilatih untuk mencari air dan makanan.
  • Wallacea. Burung endemik dari Sulawesi dengan ukuran kecil kurang lebih 13 cm. Bulu jantannya berwarna hitam dan ada tanda putih, sementara itu kebanyakan betina berwarna coklat. Nyanyiannya berupa siulan, keras, jelas, dan jauh jangkauannya.
  • Gunung karang. Burung passerine berukuran kecil, berasal dari Amerika Selatan, tepatnya Andes. Ditemukan di pegunungan basah, bertubuh cukup gemuk, dengan panjang sekitar 11 cm dan beratnya hingga 15 gram. Paruh hitam, rahang bawah kuning, mata coklat tua.

Cara Ternak Pleci Menggunakan Sangkar Gantung

Cara Ternak Pleci Menggunakan Sangkar Gantung

Sebelumnya telah dijelaskan mengenai burung pleci, dari fisik, karakter, hingga jenis-jenisnya. Ada banyak jenis burung kacamata, namun semuanya memiliki keunggulan masing-masing. Hal yang terpenting adalah Cara Merawat Burung Pleci sehingga burung tetap sehat dan bersuara indah.

Salah satu metode yang disukai untuk beternak pleci adalah memakai sangkar gantung. Sangkar ini sangat mudah didapatkan dan ukurannya variatif. Berikut adalah cara yang dapat dipelajari untuk beternak pleci dengan aman dan berkualitas:

1. Menyiapkan Sangkar

Sediakan sangkar yang akan dijadikan tempat tinggal untuk burung pleci. Sangkar turut berperan dalam membantu pleci agar betah dan cepat bertelur. Sebab, sangkar gantung yang nyaman akan mendukung proses perkembangbiakan pleci hingga pada masa panen nantinya.

BACA JUGA:  Panduan Lengkap Cara Ternak Burung Pleci di Sangkar Gantung

Jenis sangkar gantung yang disarankan adalah ukuran minimal 40x30x40 cm. Tidak lupa dilengkapi dengan tempat untuk makan, minum, serta sarangnya. Pastikan tempatnya tidak sempit sehingga burung tidak mudah stres.

2. Memilih Indukan

Cara ternak pleci menggunakan sangkar gantung berikutnya adalah memilih indukan dengan kualitas yang baik. Ini wajar, mengingat sifat indukan akan diturunkan kepada anak-anak pleci. Indukan nantinya akan dikawinkan. Adapun ciri-ciri indukan pleci berkualitas antara lain:

  • Sehat fisiknya, tidak terdapat cacat, memiliki bulu yang cantik.
  • Sudah dapat membuka paruhnya dan berbunyi.
  • Berusia minimal satu tahun untuk jantan, dan 1,5 tahun untuk betina.
  • Jantan maupun betinanya berasal dari spesies yang sejenis.

3. Memberikan Pakan dan Asupan Air yang Mencukupi

Jika membicarakan cara ternak pleci menggunakan sangkar gantung, tentu tak terlepas dari pakan maupun asupan air. Keduanya merupakan penunjang kehidupan pleci dan memastikan kualitasnya terjaga.

Berikan pakan yang berbobot, seperti kroto, pisang kepok, ulat hongkong, atau jangkrik yang telah dipotong-potong kecil. Protein tinggi sangat dibutuhkan untuk mendukung proses penjodohan, pengeraman, hingga bertelur nantinya.

Tidak lupa juga menyediakan air setiap hari dalam jumlah yang cukup, karena air merupakan sumber kehidupan pleci.

4. Memandikan dan Menjemur

Mandikan pleci secara rutin, setidaknya sekali dalam sehari. Untuk pagi bisa dimandikan pada kisaran jam tujuh hingga delapan. Sementara itu untuk sore/senja sekitar jam empat karena tidak begitu panas. Biarkan pleci berjemur sebentar.

Kebiasaan berjemur juga penting untuk dijadikan rutinitas. Jemur pleci setidaknya sekali sehari, jam delapan pagi untuk sinar matahari  terbaik dengan vitamin D. Tidak boleh kurang atau lebih, sebab terlalu pagi akan dingin dan jika sudah siang akan panas.

5. Memberikan Vitamin

Berikan vitamin untuk pleci sesuai kebutuhan sehingga kesehatannya terjaga dan daya tahan membaik. Cara ternak pleci menggunakan sangkar gantung ini penting untuk mengembangkan kekebalan tubuh. Dengan vitamin, pleci akan tidak mudah terserang penyakit.

6. Membersihkan Kandang Secara Rutin

Pastikan kebersihan kandang terjaga sehingga pleci dapat hidup dengan nyaman. Pembersihan kandang bisa dilakukan secara rutin dan bisa dilakukan setiap hari.

BACA JUGA:  Panduan Lengkap: Cara Mudah Membedakan Burung Pleci Jantan dan Betina

7. Proses Penjodohan dan Perkawinan

Cara ternak pleci menggunakan sangkar gantung berikutnya adalah memasuki proses penjodohan. Teknik ini dilakukan dengan mendekatkan sarang jantan dengan betina agar berdampingan, setidaknya satu minggu, 24 jam penuh.

Jika kedua indukan berjodoh, mereka akan mendekatkan dirinya pada saat tidur. Untuk membuktikan jodoh atau tidaknya, cobalah memisahkan sangkar keduanya agak jauh. Apabila mereka merasa gelisah dan saling mencari pasangannya, berarti bisa dijodohkan dengan memasukkannya di sangkar yang sama.

8. Pengeraman dan Pasca Bertelur

Pengeraman memerlukan waktu 11 hingga 12 hari. Proses ini akan lebih cepat apabila birahi pleci sedang berada di puncaknya. Dengan begitu, betina akan memasuki masa bertelur kemudian menetas 12 hari kemudian.

Saat betina sedang mengerami, pastikan untuk memberinya cukup ketenangan. Tidak perlu ditunggui ketika prosesnya berlangsung. Minimalisir gangguan sebisa mungkin agar indukan tidak merasa terganggu.

9. Perawatan Anakan Pleci

Setelah telurnya menetas, berikan makanan yang cukup untuk betina. Sebab jika makanannya tidak cukup, pleci akan membuang satu anaknya karena menganggap pasokan makanannya tidak mencukupi untuk semua anak.

Beberapa hari sesudah proses bertelurnya selesai, pleci betina perlu mengasuh anak-anaknya untuk beberapa hari. Sesudah anak pleci tidak di bawah asuhan sang induk, pakan bisa diberikan kepada anak-anaknya secara hati-hati agar tidak melukai.

Salah satu hal penting dalam peternakan pleci adalah melatih burung agar cepat buka paruh. Cara melatihnya adalah dengan memberikan rangsangan suara dari pleci yang sudah terlatih. Letakkan pleci yang sudah terlatih di dekat pleci yang belum terlatih dan biarkan mereka berinteraksi. Secara bertahap, pleci yang belum terlatih akan meniru suara dari pleci yang sudah terlatih dan mulai membuka paruhnya.

Demikianlah pembahasan mengenai cara ternak pleci menggunakan sangkar gantung agar tetap sehat, bersuara bagus, dan minim stres. Mulai dari pemilihan indukan hingga selesai proses bertelur, semuanya memerlukan perhatian yang cermat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.